Sunday, 24 June 2018

Dia

22Juni2018

 San francisco adalah sebuah kota di amerika yang sebelumnya tidak pernah aku fikirkan untuk ingin ku kunjungi.Aku lebih tertarik dengan kota paris dan jepang,setelah lama tinggal di jepang aku mempunyai cita-cita untuk dapat mengunjungi kota paris suatu hari nanti.Tapi sekarang kota impianku berubah ke san francisco.Dia adalah alasan utama aku ingin ke kota yang sebelumnya tidak pernah aku fikirkan itu.Dia adalah pria yang sejak aku SMP mengisi kisah cinta aku.Dialah cinta pertama aku.20desember 2017 adalah awal kami menjalin lagi kisah cinta yang semasa SMP pernah kita rajut.Terlihat seperti mimpi di tahun 2017 itu aku bisa berkomunikasi lagi dengannya bahkan membicarakan hal serius untuk hubungan kita berdua.Hidup terasa bersemangat lagi,dia adalah orang yang membuat aku mempunyai ambisi untuk menjalani hidup tua aku bersamanya.Kita berkomunikasi lagi saat group teman-teman SMP membuat group WA.Dan saat itu dia menghubungi aku lagi di instagram.Seneng plus deg-degan bukan karuan rasanya waktu pertama baca massage dari dia.Kaya mimpi,yang dulu galaunya minta ampun waktu pisah dari dia.Tuhan baik banget,bisa komunikasi sama dia itu semangat baru buat aku.
 Tapi semua berjalan tidak sesuai yang aku mau,bulan february dia putuskan untuk tidak lagi bersama aku.Hubungan kita yang terlalu jauh dia di san francisco dan aku di jepang membuat semua impian kita berdua untuk bisa sama-sama terasa sangat sulit diwujudkan.Bukan hanya halangan jarak dan waktu tapi banyak perbedaan yang membuat semua terasa begitu sulit.Kita dilahirkan berbeda keyakinan dan berbeda suku budaya.Awalnya aku merasa semua itu bukan masalah,asal kita berdua bisa menjalankan berdua.Ternyata tidak mudah,sifat dia yang sangat cemburuan dan keras membuat aku tidak bisa mempertahankan hubungan ini.Sejak putus kita tidak sama sekali berhubungan,tapi di sosial media dia masih pertemanan dengan aku.
 Aku pernah berjanji akan mengunjunginya ke san francisco,kita memang sudah tidak pacaran lagi tapi aku merasa ingin menepati janji untuk mengunjunginya ke sana.Bagaimana pun sulitnya,berapa pun biayanya sangat aku tidak pikirkan.Yang aku pikirkan hanya ingin bertemu dengan dia.Sampai aku beranikan diri untuk membuat visa amerika dari jepang.Semua cara aku usahain untuk ketemu dengan dia.Jalan Tuhan memang yang terbaik tapi sampai detik ini aku tidak mendapat visa amerika dan aku akan usahakan jalan lain untuk bisa mendapat visa untuk pergi kesana.Suatu hari pasti aku mengunjunginya walaupun dia mungkin sudah mempunyai pasangan lain atau pun bahkan sudah menikah dengan wanita lain.

No comments:

Post a Comment

Penantian

Aku mungkin orang yang keras kepala,menanti yang belum pasti. Aku mungkin orang yang bodoh,menanti mimpi-mimpi yang tak tau bisa terwujud...